Sanana,- Seorang warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, mengaku diancam akan dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Direktur CV Anugerah Empat, Jawal Fokaaya, setelah mempertanyakan transparansi kubikasi kayu yang dikelola perusahaan tersebut.
Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan, dirinya hanya menanyakan jumlah kubikasi kayu yang telah diproduksi perusahaan karena berkaitan dengan pelaksanaan kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat Desa Capalulu.
Namun, menurut pengakuannya, pertanyaan tersebut justru direspons dengan ancaman akan diproses melalui jalur hukum.
“Jawal, saya tanya tentang kubikasi kayu, dirinya bilang mau lapor beta (saya) di polisi,” ujar warga kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Sebagai bukti, warga memperlihatkan tangkapan layar percakapan melalui aplikasi pesan singkat yang diduga dikirim oleh Jawal Fokaaya.
Dalam pesan tersebut, Jawal diduga meminta agar persoalan itu diselesaikan di hadapan aparat kepolisian.
“Nanti katong (kita) dua baku dapa di Polres. Baru se (kamu) bicara se pintar,” demikian bunyi pesan yang diperlihatkan warga.
Warga menjelaskan, pertanyaan mengenai kubikasi kayu bukan tanpa alasan. Menurutnya, informasi tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan surat perjanjian yang sebelumnya disepakati antara CV Anugerah Empat dan masyarakat Desa Capalulu.
Dalam dokumen perjanjian yang diperlihatkan kepada wartawan, terdapat enam poin kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan masyarakat bersama Direktur CV Anugerah Empat, Jawal Fokaaya. Salah satu poin menyebutkan bahwa masyarakat akan dilibatkan dalam kegiatan operasional perusahaan selama aktivitas penebangan dan pengelolaan kayu berlangsung.
Namun, warga menilai komitmen tersebut hingga kini diduga belum dijalankan sebagaimana yang telah disepakati.
“Kalau masyarakat dilibatkan sesuai perjanjian, tentu kami juga mengetahui jumlah kubikasi kayu yang dihasilkan. Tetapi kenyataannya kami tidak pernah dilibatkan,” katanya.
Ia berharap perusahaan membuka data kubikasi kayu secara transparan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun konflik di kemudian hari.
Sementara itu, Direktur CV Anugerah Empat, Jawal Fokaaya, belum memberikan keterangan resmi terkait persoala tersebut.
(In)

" alt="banner 728x90" title="banner 728x90" width="1280" height="913" loading="lazy"/>













