SANANA, Mauindah.com ,- Janji penyediaan 5.000 bibit cengkeh untuk program reboisasi di Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kini dipertanyakan masyarakat.
Direktur CV Anugerah Empat Mangoli Mandiri (CV AEMM), Jawal Fokaaya, sebelumnya disebut menjanjikan bahwa sebanyak 5.000 bibit cengkeh telah tersedia di Sanana untuk mendukung kegiatan reboisasi di wilayah Desa Wailoba. Jumat (25-09/2025),”
Namun, hingga kini keberadaan bibit tersebut masih menjadi tanda tanya. Masyarakat mempertanyakan apakah benar 5.000 bibit cengkeh sebagaimana yang dijanjikan telah tersedia dan siap disalurkan ke lokasi reboisasi.
Sorotan juga diarahkan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan Satgas PKH, terutama terkait pengawasan terhadap komitmen pemulihan lingkungan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan kehutanan.
Sebelumnya, aktivitas CV AEMM di wilayah Kepulauan Sula memang telah mendapat sorotan terkait persoalan kehutanan. Karena itu masyarakat Wailoba meminta persoalan 5.000 bibit cengkeh tersebut tidak berhenti sebatas janji. Jika bibit benar-benar sudah tersedia di Sanana, publik meminta agar keberadaan, jumlah, kondisi bibit, serta rencana penyalurannya dapat dibuktikan secara terbuka.
Sebaliknya, apabila bibit tersebut belum tersedia, masyarakat meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan secara transparan mengenai realisasi komitmen reboisasi.
Publik juga berharap Satgas PKH dan Dinas Kehutanan Maluku Utara melakukan verifikasi langsung agar tidak muncul dugaan bahwa komitmen reboisasi hanya sebatas pernyataan tanpa realisasi di lapangan.
Syahri Buamona, salah satu masyarakat menyampaikan “persoalan ini perlu mendapat kejelasan dari Jawal Fokaaya selaku Drektur, khususnya mengenai keberadaan dan realisasi 5.000 bibit cengkeh yang sebelumnya disebut telah tersedia di Sanana”
“Kalau memang 5.000 bibit itu sudah ada di Sanana, tunjukkan dan realisasikan untuk reboisasi di Wailoba. Jangan hanya bohongi kami masyarakat dan pihak terkait hanya diberikan janji,” ujar Syahri. Karena kami masyarakat sudah kecewa di bohongi oleh pihak perusahaan maupun pihak yang melakukan pengawasan yang tidak tegas.pungkasnya
Masyarakat Wailoba meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan terbuka mengenai jumlah, lokasi, kondisi, serta waktu penyaluran bibit untuk kegiatan reboisasi.
Mauindah.com akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak CV AEMM, Jawal Fokaaya, Dinas Kehutanan Maluku Utara maupun Satgas PKH.

" alt="banner 728x90" title="banner 728x90" width="1280" height="913" loading="lazy"/>












