JURUS TANGGUH AMANAH SILAT ANGGOTA DPRD

Ok

Mauindah.com, Sanana,- Semangat pelestarian budaya kembali bergelora di Desa Fogi, Kepulauan Sula, Maluku Utara, melalui gelaran Festival Pencak Silat Seni yang rutin dilaksanakan usai Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya lokal yang sarat nilai tradisi. Selasa, (24/3/2026).

Ratusan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pertunjukan yang memukau. Festival semakin meriah dengan kehadiran dua anggota DPRD Kepulauan Sula, Masmina Ali dari Partai Demokrat dan Yana Lek dari Partai PBB, yang turut ambil bagian menampilkan aksi pencak silat yang energik dan penuh makna. Penampilan keduanya mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir.

Masmina Ali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini sebagai langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

“Pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya kita. Kegiatan ini sangat penting untuk terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa agenda tahunan ini memiliki potensi besar untuk masuk dalam kalender budaya daerah. Menurutnya, ke depan perlu adanya perluasan keterlibatan, mulai dari pelajar, perguruan silat, hingga masyarakat umum, agar semangat pelestarian budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Senada dengan itu, Yana Lek menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan budaya seperti Festival Pencak Silat Seni.

“Kami sebagai anggota DPRD sangat mendukung kegiatan ini. Selain menjadi wadah pembinaan dan prestasi bagi generasi muda, festival ini juga menjadi sarana penting untuk melestarikan budaya lokal yang mulai terlupakan,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat. Salah satu warga, Abdi (55), mengungkapkan rasa bangganya terhadap wakil rakyat yang terlibat langsung dalam kegiatan budaya.

“Kami sangat bangga memiliki pemimpin yang cinta budaya. Aksi pencak silat tadi membuktikan komitmen Ibu Masmina dan Ibu Yana dalam menjaga tradisi. Ini juga menunjukkan kedekatan mereka dengan masyarakat, karena silat adalah budaya rakyat,” tuturnya.

Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Pencak Silat Seni di Desa Fogi diharapkan terus berkembang menjadi ikon budaya Kepulauan Sula. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pelestarian tradisi, dan daya tarik wisata budaya yang membanggakan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *